Tampilkan postingan dengan label arina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arina. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Desember 2011

Derai November# part 2

Melihat rintik hujan malam ini berharap seperti salju yang berjatuhan dan menghapuskan air mata ini
Tapi sayang,ternyata hanya gelap yang ada

November telah berlalu, dan hubungan aku dengan Rai sudah genap 2 tahun. Sekalipun hubungan ini telah berjalan cukup lama masih ada keraguan yang cukup dalam di hati ku. Terlebih jika mengingat peristiwa awal tahun kemarin. Rasanya ingin menangis dan berlari saja. Ya,,peristiwa itu tergambar jelas di depan mata kepala ku sendiri dan yang kurasakan SAKIT dan KECEWA :( .
Semua berawal dari perselisihan kecil yang akhirnya berujung pada satu kata PUTUS. Tanpa sebab dan alasan yang pasti,namun ku coba untuk tetap tegar sekalipun tak ada lagi hubungan yang istimewa antara kami. Tahun baru 2011 aku masih sempat melewati nya dengan Rai dan melihat pesta kembang api di alun-alun kota. sekalipun pertengkaran kecil terjadi di antara kami. Sejak itu semua berubah. Sikap Rai,dan perhatian juga waktunya berkurang untukku. Bahkan akan banyak alasan untuk menolak bertemu dengan ku. 
31 Januari 2011
Akhirnya bisa melihat mu kembali Rai
Dan bisa memelukmu meski hanya sebentar
Ada bahagia yang kurasakan
Namun ada kecewa saat kau sebut nama yang bukan nama ku.
Aku hancur

Pertengahan februari, aku harus menghadapi ujian di kampus. Sedangkan fikiran ku entah lari kemana. BERTAHAN hanya itu yang terus aku teguhkan. Hingga akhirnya semua kebenaran terbuka. PENGKHIANATAN atas nama cinta.

TUHAN,,yang kurasa saat itu
ingin mati saja
"Rai,siapa dia?" tanya pada Rai. 
Rai hanya diam dan justru berbalik marah padaku.
"Dia,hanya teman". ucap nya
dan bodohnya aku PERCAYA
-
Perjuangan ku tak hanya sampai disitu saja. Masih banyak hal yang benar-benar membuat aku terluka. Tapi ku tetap pada pendirian ku RAI MILIKKU......

Jumat, 02 Desember 2011

Derai November #part 1


Ini hanya cerita fiksi belaka dengan sedikit penambahan, jika ada kesamaan nama,tempat dan peristiwa semata-mata hanya kebetulan saja.


Tak selamanya orang yang kita sayang harus kita miliki tak semestinya cinta harus bersatu apakah hidup ini hanya untuk cinta saja tidak…….kita harus tetap bertahan untuk melanjutkan hidup mengejar semua yang kita cita-cita kan,jangan salah tentang apa yang telah diberikan kita hanya ingin melihatmu hidup lebih baik dari kita….tolonglah sedikit pandang kita benar atau tidak yang kita utarakan suatu saat pasti engkau akan membuktikannya

Masih ku ingat kata-kata itu tepatnya ketika aku merasa putus asa karena tak memilikinya. Terlebih setelah itu semua jarak antara aku dan keluarga ku semakin melebar. Tetapi meskipun hati ku sakit tetap saja tak mampu untuk menjauh dari dirinya.
Sore ini aku berada di sebuah rumah atau lebih tepatnya kost-kost an sahabat ku Amel. Sebelumnya ku perkenalkan namaku Dena umurku saat ini 19 tahun, yah semenjak masuk ke perguruan tinggi aku nampak jarang di rumah. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-teman ku di kampus atau tak pulang dan menginap di kost temanku. Dulunya aku tinggal bersama keluarga ku di daerah ujung kota ini,karena suasana yang seolah tak menerima ku membuat aku berniat untuk tinggal kembali bersama orang tua ku. Akan tetapi, kegiatan kampus yang membuat ku hampir gila ditambah lagi dengan masalah ku dengan Rai pacarku.
Aku senang di sini diantara orang-orang yang baru mengenalku dan masih masa penjajakan mengenal karakter masing-masing. Karena aku tak perlu bercerita banyak dengan mereka. Saat ini aku melewati hari ini dengan menghabiskan waktu bersama Amel dan Eka. Di dalam sebuah kamar bercat krem dan berukuran 3x3,5 meter mungkin. Hehe.
Meskipun tak banyak hal yang kami lakukan bersama,hanya ngobrol sambil nonton dan berbaring. Menceritakan apa yang ingin di ceritakan. Di sini sejenak aku dapat meninggalkan masalah ku.keluarga ku dan juga Rai. Hmmmm….!!!meskipun aku tak yakin kalau aku benar-benar  dapat meninggalkan mereka.

*******


Suasana dingin membuat kami lapar dan ingin melahap sesuatu, Eka dan Amel telah siap dengan pakaian t uteru berkaca di depan cermin bergaya klasik yang ukurannya cukup besar untuk satu atau dua orang
“hei,,Mel aku duluan”. Ucap Eka dengan genitnya.
“Ya silahkan tuan t ute,”jawab Amel tanpa ekspresi.
Aku hanya tersenyum melihat ulah mereka mungkin karena aku juga sudah terbiasa dengan t ut khas mereka. Eka yang selalu dengan gaya genitnya dan juga Amel yang sering tanpa ekspresi di mukanya.
“ajaib”.batin ku
            “Mbak, ga ikut?” Tanya Eka
            “kemana? Jawabku singkat
            “makan lah,emang ga laper? Di gang sebelah ada empek-empek Palembang enak dan murah lagi.”ujar Amel seraya merayu ku yang masih berbaring malas di tempat tidur.
            “malas ah, nitip aja yah?!,dengan muka memelas.
“enak aja,kalau mau harus ikut. Ucap Amel sambil mengejek ku. Sementara Eka masih asik bermanja dengan cermin besar di hadapannya.
“okelah.” Jawabku. *jawaban pasrah
            Jam 8 malam kami keluar dari kost dan memutuskan untuk berjalan kaki . cuaca sangat dingin dan angin sepoi-sepoi menyapu rambut ku. Bulan dengan indahnya seolah tersenyum di atas sana di hiasi bintang-bintang yang berkerlap-kerlip.
“fuih, masih jauh kah ini?”. Tanya ku
“udah deket kok mbak,sabar-sabar.” Jawab Amel.
“aiih,,kalo daritadi deket kenapa belom nyampe-nyampe??” Tanya ku pada Eka dan Amel yang melenggang dengan santai nya.
“hehehe..kalo kira-kira 10 menit lagi jauh ga mbak?” jawab Amel.
“aok, be  Mel kapan be nyampe nye?” tutur Eka yang juga bingung dengan perjalanan ini * nah lo??gaje.
“Sabar-sabar,tu udah keliatan spanduk nya” jawab Amel sambil menunjuk warung yang yah kira-kira masih 100meter lagi.
“Terimakasih Amel dan Eka atas perjalanan ini” J  * ga bisa di ungkap kan dengan kata-kata perjuangan jalan kaki untuk melintasi jalan ini menuju empek-empek Palembang penutup rasa lapar.
            Cukup lah cerita perjalanan makan empek-empek nya. Kembali ke cerita awal tentang aku, Rai dan keluarga ku.
Rai itu pacar ku,aku mengenal nya sekitar bulan Juli 2009 lalu. Sebenarnya aku pernah melihat Rai sebelumnya,tepatnya saat aku masih duduk di bangku kelas 5SD. Saat itu Rai teman baik almarhum sepupu. Berlanjut hingga Sekolah menengah pertama yang ku tahu Rai dekat dengan sepupu ku. Sedangkan aku sendiri sibuk dengan sekolah ku. Maklum lah saat SMP aku tak tertarik pada laki-laki *hahhahah tapi aku normal.
Kelas 2 SMP sepupu ku meninggal karena kecelakaan,jujur aku kehilangan dia karena ku anggap dia seperti kakak ku sendiri. Terlebih hubungan antara keluarga ku dengan saudara dari ibu ku tak begitu baik. Hanya dia yang masih mau menganggap bahwa kami bagian dari keluarga besar ini.
Semoga engkau tenang bersama-Nya.
Hidup terus berjalan, yang mati tentu tak akan kembali. Tetapi kenangan nya akan tetap hidup seiring berjalan nya kehidupan.
Ada satu pesan yang ku ingat dari sepupu ku. Saat aku sedang dalam keadaan yang terpuruk dan putus asa bahkan ingin menyusul nya ke Surga. Dia hadir dalam mimpi ku dengan mukena putih dan Al-Quran di tangan nya, dia berkata
“Dena,hidup itut erus berjalan. Ada kalanya kita merasa senang dan susah. Jangan pernah menyerah selagi ada kesempatan dan harapan,karena harapan akan membawa mu pada kenyataan yang sebenarnya. Hidup mu masih panjang Dena, belum saat nya kamu bersama ku di sini. Jangan pernah berfikir  untuk mati saat ini. Semua ini belum saat nya. Suatu saat kamu akan menemukannya”
Sampai sekarang aku masih mengingat kata-kata itu. Terimakasih untuk mu sepupu ku.
            Berlanjut ke Rai. Kami bertemu di suatu jalan pada sore bulan Juli 2009. Selayaknya perkenalan remaja lah, berawal dari tatapan,SMS,telepon,jalan dan akhirnya kami menjalin cerita tepat 3O November 2009.
**to be continue…**


Rabu, 09 November 2011

Aku dan Ketakutan ku

Di sini aku berlari
Dari semua masalah hidup, dari semua hal yang masuk dalam otak ku
Harus ku akui ,, jika aku hampa saat ini
Tanpa kamu yang telah 2 tahun ini menemani aku
Jujur aku takut kehilangan mu, aku tak mampu bertahan sendiri
Bukan ini yang aku inginkan

Tak pernah terlintas dalam fikirku untuk beban kan mu
Atas semua yang terjadi kini
Karena sungguh cinta ini tak akan terbagi
Akan terlalu BODOH jika aku pergi darimu

Karena mencintaimu tak hanya mampu membuat ku tertawa
Tapi kamu mampu membuat aku menangis kapan saja
Yang menjadi alasan sebagai keyakinan ku
Bahwa aku memang menyayangi mu
Aku membutuhkan kamu
Aku merindukan kamu yang dulu

Pernah berharap untuk sepenuhnya menjadi milikmu
Jadikan dirimu IMAM dalam hidup ku
Namun masih panjang jalan yang harus ku tempuh
Seperti apa katamu

Namun,semakin lama hadir mu
Semakin aku takut kehilangan mu
Takut kamu pergi lagi

Tuhan, aku mohon
beri aku waktu untuk bisa memiliki dirinya se utuh nya
Ijin kan aku untuk terus bersamanya, terus menyayanginya
Ijin kan aku membuktikan pada mereka
Seberapa jauh aku mampu bertahan dengan cinta yang aku punya
Tuhan
Aku mencintai nya

Jumat, 28 Oktober 2011

KARENA AKU TLAH DENGANMU


Telah cukup lama aku mengenal mu
menjalani hariku bersamamu
banyak kisah yang tak akan bisa di lupakan
dari tawa,canda,dan tangis antara kita
semua tergambar jelas pada memori ku

mengingat saat kesetiaan kita di uji
dan pengkhianatan serta caci  maki
kini ku harap yang ada hanya sanjungan manis untuk kita
aku percaya katamu
aku yakin padamu
karena kini aku tlah denganmu
sekalipun ikatan belum ter sah kan
akan ku nanti itu
untuk mu yang sejauh ini telah jadi pelipur lara ku
jaga hatimu dan akan ku jaga hatiku
biarlah masa lalu jadi pelajaran
jadi masa yang hanya cukup untuk di kenang 

Doa suci ku padaMu Allah
Mudahkan lah jalan ini
mudahkan lah pilihan hati ini

Karena kini aku telah terlanjur
Mencintai ciptaan Mu 
Dengan niat tulus ku menuju hukum Mu.

Minggu, 16 Oktober 2011

Akhir Ceritaku

Dengar kan aku kali ini saja
Karena aku tidak bisa lagi berkata setelah ini
Telah banyak hal yang terlewati bersama
Akan kah semua ini  begini adanya?
Kita yang tak lagi berdua
Ada rasa iri dalam hatiku
Mengapa kamu tak pertahankan aku seperti dulu aku pertahankan mu
Tidak ada sedikit pun niatku membalas
Apalagi menyakiti dengan pengkhianatan
Andai kamu mengerti.
Aku mencintai mu lebih dari separuh hatiku

Percaya kah kamu jika aku hanya ingin pergi saja jika tanpamu?
Andai waktu itu kembali
Ingin ku hanya kamu
Bukan siapapun
Rasa yang sama untuk kedua kalinya
Kehilangan hadirmu di sisi hidupku
Dapatkah kamu ajarkan aku untuk bertahan tanpa menangis?
Tanpa mengingatmu,tanpa merindukan mu??

Berakhirkah cerita kita??
Mampukah aku untuk bertahan lagi tanpa mu?
Tuhan...apa tak boleh aku mencintainya?
Tak ingin berakhir seperti ini
Tak akan sanggup...bantu aku