Senin, 09 April 2012

Praktikum Anatomi Fisiologi Tumbuhan (Daun monokotil dan Dikotil)

LAPORAN PRAKTIKUM
ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN
“JARINGAN PADA DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL”
LogoUntanGIF.gif

Disusun Oleh
Nafis Satun Khasanah
F05110008

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012
JARINGAN PADA DAUN MONOKOTIL DAN DIKOTIL

ABSTRAK
Tubuh tumbuhan tersusun atas jaringan-jaringan yang menyusunnya sehingga menjadi akar,batang dan organ tumbuhan lainnya. Pada daun tumbuhan monokotil dan dikotil terdapat perbedaan susunan jaringan penyusunnya. Sehingga perlu dilakukan pengamatan terhadap beberapa awetan tumbuhan untuk mengetahui perbedaan sistem dan jenis jaringan daun,tipe dan struktur anatomi daun tumbuhan monokotil dan dikotil. Pengamatan dilakukan dengan preparat awetan daun Zea mays L, dan daun Fern ,dan awetan segar Musa Paradisiaca dan Puring (Codiaeum variegatum) yang digunakan sebagai perbandingan. Dari data pengamatan dapat dilihat bahwa pada daun tumbuhan monokotil letak berkas pengangkutnya tersebar sedangkan pada tumbuhan dikotil letak berkas pengangkutnya teratur. Adapun bagian anatomi tumbuhan yang terlihat yaitu, epidermis (atas dan bawah),berkas pengangkut, stomata, palisade dan jaringan spongy.

Kata kunci : jaringan, daun monokotil,daun dikotil,palisade,mesofil, spongy, stomata, epidermis adaxial.epidermis abaxial, berkas pengangkut
PENDAHULUAN
Pada tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki struktur anatomi organ yang berbeda-beda. Mulai dari akar,batang,daun,hingga organ reproduksinya. Dapat diketahui bahwa perbedaan yang paling mencolok antara tumbuhan monokotil dan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur,sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat tidak teratur (Soerga,2011).
Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian yang lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula. Bagian tumbuh-tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang (Gembong,2007).

Bagian-bagian yang terdapat pada daun yaitu:

1.      Jaringan Epidermis.

Jaringan epidermis daun dari beberapa tanaman beraneka ragam dalam jumlah lapisan, tebal, struktur, tebal stomata, penampakan dan susunan trikoma dan adanya sel yang khusus. Dalam struktur daun yang pipih, perbedaan jaringan epidermis dibuat antara dua permukaan daun; permukaan yang lebih dekat dengan ruas atanya dan biasa menghadap ke atas, dikenal dengan epidermis atas (adaxial surface). Dan permukaan yang lain dikenal dengan epidermis bawah (abaxial surface), berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya. (Darmanti, 2009).
Selain itu, Epidermis berfungsi untuk pengambilan nutrisi dari dalam air dan untuk pertukaran gas. Pada banyak tumbuhan air, epidermis berklorofil, kutikula tipis, stomata umumnya tidak ada. Pada tumbuhan air yang terapung letak stomata pada permukaan atas. Daun yang terendam air termodifikasi menjadi bentuk silindris untuk meminimalkan arus air yang melewati daun mencegah koyaknya daun. (Estiti B. Hidayat,1995)

2.      Jaringan mesofil.

Bagian utama helai daun adalah mesofil yang banyak mengandung kloroplas dan ruang antar sel. Mesofil dapat bersifat homogeny atau terbagi menjadi jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons (bunga karang). Jaringan tiang lebih tampak dari jaringan spons yang memiliki ruang antar sel yang luas. Jaringan tiang terdiri atas sejumlah sel yang memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai daun. Meskipun jaringan tiang tampak lebih rapat, sisi panjang selnya saling terpisah, sehingga udara dalam ruang antar sel tetap mencapai sisi panjang, kloroplas pada sitoplasma melekat di tepi dinding sel itu. Hal ini menyebabkan proses fotosintesis lebih efisien. (Fahn, A. 1992)
Letak palisade tepat dibawah epidermis pada sisi adaksial disebut daun dorsiventral atau bifacial. Sedangkan pada tumbuhan xerofit pada kedua sisi daun palisade disebut daun isobilateral. Parenkim spons berbentuk isodiametris atau memanjang sejajar permukaan daun. Fungsi untuk penyimpan gula dan asam amino yang di sintesis di lapisan palisade, membantu pertukaran gas. Pada siang hari terdapat sel-sel spons yang mengeluarkan O2 dan uap air ke lingkungan dan mengambil CO2 dari lingkungan. (Tri Wahyu Agustina,2010)

3.      Jaringan bunga karang.

Disebut juga jaringan spons karena lebih berongga bila dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Parenkim bunga karang tersusun oleh sel-sel yang bentuknya bervariasi. Umumnya tersusun tidak teratur, bercabang-cabang, berisi kloroplas, dan tersusun sedemukian rupa membentuk suatu jaringan seperti bunga karang. (Saefudin. Tanpa tahun).
Sel-sel parenkim bunga karang bentuknya beragam, dapat menyerupai sel-sel palisade, atau diameternya sama, atau pula memanjang sejajar dengan arah permukaan daun. Akan tetapi cirri khas sel-sel parenkima bunga karang adalah adanya cuping-cuping yang menghubungkan sel-sel disebelahnya. (Fahn, A. 1992)
  1. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh pada daun merupakan kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh yaitu Pembuluh Kayu (xylem) yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan Pembuluh Tapis (floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Tapi pada tumbuhan monokotil, tidak terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Akibat adanya kambium, memungkinkan batang tumbuhan dikotil bertambah lebar dan terbentuknya lingkaran tahun pada batang.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-jllsXJXlHHdDZ-ENN20vgFTNwdcS25-X_Ac4ImEFV02SG6GZayBZhoRm-4UmvYS6CBOQu4jrMnHYZzTvlwENYqUIcL8JP31X_KMsrkhCVE_E7ZvQaRwUBEIKq1Iro7i6SxkGLVyyPvsE/s1600/leaf+struktur.jpg
Gbr. Jaringan daun
(Suryanieti,2011)

5.      Stomata.

Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi. Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.

(Satria, Danil. 2011)
Struktur Daun Monokotil.
Pada daun monokotil yang hidrofit, menunjukan struktur seperti dikotil, terutama dengan banyaknya ruang-ruang udara. Pada Butomaceae hamper 80% volume ditempati oleh ruang udara. Pada lilium, pada bagian dorsiventral dijumpai adanya jaringan tiang. Daun Musa sapientum adalah tebal dan mempunyai beberapa lapisan jaringan tiang dan daerah jaringan bunga karang yang lebar, dengan lacuna yang besar. Daun Carec mempunyai sklerenkim yang sangat berkembang, serta ruang udara yang besar yang berisi sel besar yang berdinding tipis.
Sebagian monokotil mempunyai susunan daun unifasial. Misalnya Iris, mempunyai daun unifasial yang pipih. Ikatan pembuluh sebagian terdapat dalam satu deret, atau sebagian terdapat dalam dua deret yang berhubungan satu dengan yang lain. Sarung daun berkembang karena aktifitas meristem marginal dan ikatan pembuluh tampak posisinya seperti biasa. (Supardi dan Pudjoarianto, 1993)
Struktur Daun Dikotil.
Kebanyakan tumbuhan dikotil herba, mesofilnya relative tidak terdiferensiasi. Misalnya jaringan tiang tidak ada, atau kurang berkembang, ruang interseluler besar, daun tipis, epidermis dengan kutikula tipis, dan stomata menonjol.
Pada tumbuhan semak dan berkayu, daun terdiferensiasi menjadi jaringan tiang pada sisi adaksial, daun bertipe mesomorfik dorsiventral, misalnya pada Vitis, Sylinga, Lingustrum, dan pyrus. Daun Citrus mempunyai kutikula yang tebal dengan lapisan lilin. Pada Ficus, dibawah epidermis terdapat sel-sel yang tidak mengandung kloroplas, disebut hypodermis, merupakan derivate epidermis (multiple epidermis). Dijumpai pula adanya sistolit pada epidermis dan sel getah (latisifer) pada mesofil. .(Supardi dan Pudjoarianto, 1993).
Dari literatur di atas, maka dilakukanlah pengamatan mengenai bagaimana perbedaan jaringan daun pada monokotil dan dikotil?,bagaimana sistem dan jenis serta posisi jaringan daun? Dan seperti apa struktur anatomi dari daun monokotil dan dikotil?. Sehingga dapat diketahui dengan lebih jelas bagaimana perbedaan antara jaringan daun monokotil dan dikotil.
TUJUAN
Dalam praktikum kali ini dilakukan beberapa pengamatan yang memiliki tujuan untuk mempelajari sistem dan jenis jaringan daun,tipe daun monokotil dan dikotil, posisi dari berbagai jaringan daun, dan membandingkan struktur anatomi daun monokotil dan dikotil.

MATERIAL DAN METODA
a.       Waktu dan Tempat
Pada praktikum kali ini dilakukan pada hari Sabtu/ 31 Maret 2012,pukul 07.30 WIB dimana pengamatannya dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura.
b.      Alat dan Bahan
Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini antara lain, mikroskop,kaca benda (Object glass),kaca penutup (cover glass), silet, dan pipet tetes

Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu,preparat awetan daun jagung (Zea mays L),awetan Fern leaf sec, preparat segar daun pisang (Musa paradisiaca), dan daun puring (Codiaeum variegatum) serta air bersih.

c.       Cara Kerja

Dalam pengamatan awetan daun monokotil dan dikotil pertama-tama preparat awetan diletakkan di bawah lensa objek pada mikroskop, kemudian diperiksa mulai dari pembesaran lemah untuk mengamati susunan jaringan yang terdapat pada daun. Selanjutnya,dibesarkan satu sektor irisan tersebut dengan pembesaran yang lebih kuat. Setelah itu,objek yang terlihat digambar dan diberi keterangan. Kemudian,disebutkan tipe dari masing-masing daun beserta ciri-cirinya.
Untuk pengamatan preparat segar permukaan daun pisang (Musa paradisiaca), dan daun puring (Codiaeum variegatum) disayat halus menggunakan silet . Kemudian diamati di bawah mikroskop, selanjutnya digambar dan diberi keterangan anatomi daun yang terlihat.





DATA PENGAMATAN
Preparat     : Jagung (Zea mays)
Perbesaran : 10 x 10
Keterangan:
1.epidermis atas (adaxial)
2. berkas pengangkut
3. mesofil spongy
4. mesofil palisade
5.epidermis bawah (abaxial)
6. stomata


Preparat     : fern (Athyrium filix-femina)
Perbesaran : 10x10
Keterangan:
1. epidermis atas (adaxial)
2. stomata
3. berkas pengangkut
4. mesofil spongy
5. mesofil palisade
6.epidermis bawah (abaxial)
Preparat  segar   : Puring (Codiaeum variegatum)
Perbesaran          : 10x10

Keterangan:
1. epidermis atas (adaxial)
2. stomata
3. mesofil spongy
4.mesofil palisade
5. epidermis bawah (abaxial)
 Gambar b. Sayatan batang
6. berkas pengangkut

Preparat segar : Pisang (Musa paradisiaca)
Perbesaran       : 10 x10
Keterangan :
  1. Epidermis atas (adaxial)
  2. Mesofil Spongy
  3. Berkas pengangkut
  4. Palisade mesofil
  5. Epodermis bawah (abaxial)
  6. Stomata

PEMBAHASAN
Dalam praktikum jaringan pada daun monokotil dan dikotil, dilakukan pengamatan terhadap preparat awetan pada daun tumbuhan monokotil dan dikotil serta pengamatan terhadap preparat segar daun tumbuhan monokotil dan dikotil. Preparat awetan yang digunakan adalah daun jagung (Zea mays L) dan fern (Athyrium filix-femina) . Sedangkan untuk pengamatan preparat segar digunakan  daun pada tanaman pisang (Musa paradisiaca), dan daun puring (Codiaeum variegatum).
Praktikum kali ini bertujuan untuk melihat perbedaan antara struktur anatomi jaringan daun monokotil dan dikotil. Pada gambar hasil pengamatan preparat awetan dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil yakni Zea mays L dan fern (Athyrium filix-femina) dimana pada gambar.1 preparat awetan Zea mays L susunan berkas pembuluhnya terletak tidak teratur atau tersebar. Sedangkan pada gambar.1 preparat awetan Arachis hypogeae susunan berkas pembuluhnyta terletak teratur
                                                                                  







Preparat awetan Zea mays L                      Preparat awetan fern (Athyrium filix-femina)
Dari gambar di atas dapat dilihat dengan jelas bagian dari struktur anatomi daun tumbuhan misalnya terdapat jaringan epidermis dibuat antara dua permukaan daun; permukaan yang lebih dekat dengan ruas atanya dan biasa menghadap ke atas, dikenal dengan epidermis atas (adaxial surface) dan permukaan yang lain dikenal dengan epidermis bawah (abaxial surface), berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya. (Darmanti, 2009).
Pada daun fern kami mendapatkan bahwa letak stomata nya berada di atas, hal tersebut tidak sesuai dengan literatu dimana. Pada tumbuhan air, stomata banyak dibentuk di permukaan atas daun, sebaliknya pada tumbuhan darat stomata banyak di permukaan bawah daun (Tim Pengampu Fisiologi Tumbuhan, 2010). Fern sendiri merupakan tumbuhan paku-pakuan, maka seharusnya stomatanya terletak di bagian bawah permukaan daun untuk mengurangi laju penguapan yang dilakukan oleh tumbuhan tersebut.

Pada daun monokotil, yaitu pada Zea mays L, dalam hasil pengamatan dijumpai palisade yang membulat. Ini menunjukan tipe sentris.(Supardi dan Pudjoarianto, 1993). Palisade tidak tersusun sepanjang penampang daun. Hanya epidermis yang menyusun permukan atas dan permukaan bawah daun. Bunga karang atau jaringan spons posisinya tidak teratur, jaringan pengangkutnya  tidak teratur.
Selanjutnya pada pengamatan preparat segar dilakukan pengamatan terhadap daun dari Musa paradisiaca dan (Codiaeum variegatum) dapat terlihat berkas pembuluh penyusun daun nya. Dimana letak berkas pengangkut pada Musa paradisiaca teletak di sepanjang berkad pembuluh daunnya, sedangkan pada (Codiaeum variegatum) berkas pembuluhnya tampak pada sayatan batangnya.

SIMPULAN DAN REKOMENDASI
            Dari hasil pengamatan terhadap preparat awetan dan preparat segar dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara struktur anatomi daun pada monokotil dan dikotil. Dimana letak berkas pengangkut pada monokotil terletak tersebar dan tidak beraturan serta tidak adanya. Sedangkan pada dikotil susunan berkas pembuluhnya terletak rapi. Pada praktikum ini preparat yang monokotil adalah Zea mays L, dan Musa paradisiaca sedangkan  preparat yang dikotil adalah Fern dan (Codiaeum variegatum).
Pada pengamatan prerparat awetan Fern terlihat stomata terletak di dekat epidermis atas, sedangkan menurut literatur untuk daun yang habitatnya di darat letak stomatanya di permukaan bawah daun. Oleh karena itu, perlu di kaji kembali denga berbagai sumber dan literatur.
DAFTAR PUSTAKA
 Agustina, Tri Wahyu. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Darmanti. 2009. Identifikasi Anatomi Daun. (online) http://eprints.undip.ac.id/1999/1/Bioma_darmanti_Juni_2009.pdf. Diakses tanggal 6 april 2012.
Fahn, A. 1992. Anatomi Tumbuhan (Edisi Ketiga). Yogyakarta, UGM Press.
Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : Penerbit ITB.
Saefudin. Tanpa tahun. JaringanTumbuhan. http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/196307011988031-SAEFUDIN/Jaringan_tumbuhan.pdf. Diakses tanggal 5 april 2012.
Satria, Danil. 2011. Anatomi Daun. http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Anatomi_daun.svg. Diakses tanggal 6 april 2012
Soerga.2009. Anatomi  Tumbuhan Monokotil dan Dikotil. (online) http://soearga.wordpress.com/2009/04/18/anatomi-tumbuhan-monokotil-dan-dikotil/. Diakses tanggal  5 April 2012
Supardi dan Pudjoarianto. 1993. Stuktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Suryanieti.2011. Praktikum Anatomi Daun. (online) http://suryanieti.blogspot.com/2011/05/laporan-praktikum-antum-anatomi-daun.html. Diakses tanggal 6 April 2012
Tim pengampu Fisiologi Tumbuhan. 2010. Petunjuk Praktikum fisiologi Tumbuhan. FMIPA UM
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
.


Senin, 27 Februari 2012

Strategi pembelajaran

TUGAS TERSTRUKTUR
SBM BIOLOGI
LogoUntanGIF.gif

Disusun Oleh
Nafis Satun Khasanah
F05110008




PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2012

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
1.     Pengertian Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Untuk memperjelas bagaimana pengertian strategi pembelajaran berikut ini akan diuraikan beberapa opini mengenai strategi pembelajaran :
a.       Cropper (1998) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.
b.      Kozma (2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu (Zaif,2010).
c.       Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (Hipni,2011)
d.      Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi; sifat, lingkup, dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik.
e.       Dick and Carey(2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Hipni,2011)

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya (Hipni,2011).
2.     Pendekatan Pembelajaran dan Pendekatan CTL
Di bawah ini beberapa definisi mengenai pendekatan pembelajaran yakni :
a.       Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu (Sudrajat,2008).
b.      Menurut Roy Killen (1998) misal­nya mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran lang­sung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Zaif,2010)
c.       Pendekatan (approach) dalam pembelajaran menurut Sanjaya (2007) memiliki kemiripan dengan strategi. Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi dan metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya, strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari pendekatan tertentu
Pengertian Pendekatan CTL
Menurut Bandono (2008) Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
Menurut Widodo (2009) Pendekatan kontektual(Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil (Widodo,2009)
Pendekatan CTL  melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan          ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).
  1. KONSTRUKTIVISME
  • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal
  • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
  1.  INQUIRY
  • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman
  • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis
  1.  QUESTIONING (BERTANYA)
  • Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa
  • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry
  1.  LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR)
  • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar
  • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri
  • Tukar pengalaman
  • Berbagi ide
  1. MODELING (PEMODELAN)
  • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar
  • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya
  1.  REFLECTION ( REFLEKSI)
  • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
  • Mencatat apa yang telah dipelajari
  • Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
  1.  AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA)
  • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
  • Penilaian produk atau kinerja (Widodo,2009)
3.     Pengertian Metode Pembelajaran
-          Menurut Nana Sudjana (2005 :76)
Metode pembelajaran ialah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnyapengajaran.
-          Menurut M.Sobri Sutikno (2009:88)
Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan (Hipni,2011)
Menurut Fathurrahman Pupuh (2007) metode secara harfiah berarti cara. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, metode didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajara pada peserta didik untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pembelajaran adalah keterampilan memilih motode. Pemilihan metode terkait langsung dengan usaha-usaha guru dalam menampilkan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pengajaran diperoleh secara optimal. Oleh karena itu, salah satu hal yang sangat mendasar untuk dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar-mengajar sama pentingnya dengan komponen-komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan.
Makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar akan semakin efektif kegiatan pembelajaran. Tentunya ada juga faktor-faktor lain yang harus diperhatikan, seperti: faktor guru, anak, situasi (lingkungan belajar), media, dan  lain-lain (Zaif,2010).
Beberapa macam – macam metode pembelajaran antara lain :
1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka.
Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a.Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
7. Metode Study Tour (Karya wisata)
Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut (Admin.2011)
4.     Model Pembelajaran
Berikut ini pengertian model pendidikan menurut beberapa ahli, yaitu :
  1. Agus Suprijono : pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.
  2. Mills : “model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu”
  3. Richard I Arends : model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan di dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. (Setyawan,2010)
  4. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (Joyce, 1992 ). Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
  5. Soekamto, dkk (dalam Nurulwati, 2000) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar (Zaif,2010)
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu:
(1) model interaksi sosial;
(2) model pengolahan informasi;
(3) model personal-humanistik;
(4) model modifikasi tingkah laku (Sudrajat,2008)
            Beberapa contoh model pembelajaran antara lain :
  1. The nested model (model tersarang)
Model Sarang (Nested) adalah model pembelajaran terpadu yang target utamanya adalah materi pelajaran yang dikaitkan dengan keterampilan berfikir dan keterampilan mengorganisasi. Artinya memadukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik serta memadukan keterampilan proses, sikap dan komunikasi
  1. The fragmented model ( model fragmen)
Model Penggalan (Fragmented) adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda
  1. The sequenced model ( model terurut)
Model Pengurutan (Sequenced) adalah model pembelajaran yang topic atau unit yang disusun kembali dan diurutkan sehingga bertepatan pembahasannya satu dengan yang lainnya. Misalnya dua mata pelajaran yang berhubungan diurutkan sehingga materi pelajaran dari keduanya dapat diajarkan secara paralel
  1. The shared model ( model terbagi)
Model Irisan (Shared) adalah model pembelajaran terpadu yang merupakan gabungan atau keterpaduan antara dua mata pelajaran yang saling melengkapi dan di dalam perencanaan atau pengajarannya menciptakan satu focus pada konsep, keterampilan serta sikap.
  1. The threaded model (model pasang benang)
Model Bergalur (Threaded) adalah model pembelajaran yang memfokuskan pada metakurikulum yang menggantikan atau yang berpotongan dengan inti materi subjek. Misalnya untuk melatih keterampilan berfikir (problem solving) dari beberapa mata pelajaran dicari materi yang merupakan bagian dari problem solving.
  1. The immersed model (model terbenam)
Model Terbenam (Immersed) adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya
  1. The networked model (model jaringan)
Model Jaringan Kerja (Networking) adalah model pembelajaran berupa kerjasama antara siswa dengan seorang ahli dalam mencari data, keterangan, atau lainnya sehubungan dengan mata pelajaran yang disukainya atau yang diminatinya sehingga siswa secara tidak langsung mencari tahu dari berbagai sumber (Nurul Ayni,2010)
DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2011. Macam Macam Metode Pembelajaran . (online) http://belajarpsikologi.com/macam-macam-metode-pembelajaran/. Diakses tanggal 18 Februari 2012
 Ayni,Nurul. 2010. Model Pembelajaran Terpadu. (online) http://nurul071644249.wordpress.com/model-pembelajaran-terpadu/ . Diakses tanggal 18 Februari 2012
Bandono.2008.Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning.(online) http://bandono.web.id/2008/03/07/menyusun-model-pembelajaran-contextual-teaching-and-learning-ctl.php. Diakses tanggal 18 Februari 2012
Hipni,Rohman.2011.Definisi/Pengertian Strategi Pembelajaran.(online)  http://hipni.blogspot.com/2011/09/definisi-pengertian-strategi.html. Diakses tanggal  17 Februari 2012
Hipni,Rohman.2011.Pengertian/Definisi Metode Pembelajaran.(online) http://hipni.blogspot.com/2011/09/definisi-pengertian-metode-pembelajaran.html. Diakses tanggal 18 Februari 2012
Sudrajat,Akhmad.2008.Pendekatan,Strategi,Metode Teknik,dan Model Pembelajaran.       (online) http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-teknik-dan-model-pembelajaran/. Diakses tanggal 17 Februari 2012
Widodo,Rachmad.2009.Pembelajaran dengan Pendekatan CTL. (online) http://wyw1d.wordpress.com/2009/10/14/model-pembelajaran-yang-efektif/.  Diakses tanggal 18 Februari 2012
Zaif.2010.Konsep Dasar Strategi Pembelajaran.(online) http://zaifbio.  wordpress.com/2010/01/14/konsep-dasar-strategi-pembelajaran-3/. Diakses tanggal 17 Februari 2012